Dihamili Orang Muslim

Sekarang, anda akan melahirkan anaknya dan ia datang untuk meminta hak pengasuhan bersama. Jangan menerimanya. Ada dua alasan sehubungan dengan minatnya untuknya menjadi bagian dalam hidup putranya. Yang pertama adalah, dengan hak asuh bersama ia tidak perlu membiayai kebutuhan anak. Yang kedua adalah, ia ingin membesarkan anaknya menjadi seorang Muslim yang mati otaknya, sama seperti dia. 

pregnant

Ali yang terhormat,

Saya menulis kepada anda dengan rasa putus asa dan karena saya benar-benar membutuhkan pertolongan. Saya menemukan website anda dan merasa harus menghubungi anda karena saya merasa anda dapat memberi saya fakta-fakta yang saya perlukan untuk menjalani apa yang baru-baru ini saya alami. Saya akan berusaha untuk menceritakannya sesingkat mungkin. Pada bulan November 2012 saya jatuh cinta pada seorang pria dari Uni Emirat Arab yang tinggal disini, di Amerika. Saya adalah seorang Kristen. Ia tidak terlalu ekstrim dalam hal beragama, namun tidak dengan keluarganya. Mereka sembahyang 5 waktu, keluarganya telah mengatur sebuah pernikahan untuk menikahkan kakak tertuanya dengan seorang gadis dari Timur Tengah; kakaknya tersebut menikah dengan seorang gadis Muslim (lihat: married to a Muslim ), dan semua orang dalam keluarganya taat menjalankan agamanya. Saya berpikir tidak apa-apa melanjutkan hubungan ini karena ia tidak religius dan karena saya belum pernah mempunyai perasaan sekuat ini terhadap seseorang sebelumnya. Ini percintaan yang terburu-buru karena ia mengatakan kepada saya ia merasa mencintai saya hanya dalam 2 minggu. Saya benar-benar terpesona. Namun ternyata ia sedang menjalin hubungan jarak jauh dengan seorang gadis Muslim, dan ia mengatakan kepada saya ia mencintai gadis itu dan berencana untuk menikah. Kami putus selama beberapa bulan, tetapi pada Januari 2014 saya mengandung anaknya. Sekarang saya sedang hamil.  

Ia memohon agar saya melakukan aborsi, mengancam saya, mengatakan kepada saya bahwa ia sedang melanjutkan rencana pernikahan dengan wanita Muslim lainnya, dan dengan penuh kepastian mengatakan kepada saya bahwa ia tidak akan pernah menjadi bagian dari hidup saya maupun bayi kami, ia tidak ingin berurusan dengan kami, dan keluarganya tidak akan pernah menerima bayi ini sebagai anaknya. Beberapa bulan berikutnya tidak ada kontak di antara kami, ia kembali, mengatakan kepada saya bahwa ia siap menjadi ayah, ingin terlibat, dan ingin memperjuangkan hak asuh putra kami jika saya mengijinkan. Ia mengatakan bahwa ia tidak mengharapkan yang muluk-muluk tetapi berharap kami dapat berteman. Saya siap mengampuni, demi anak kami, karena saya ingin anak kami mempunyai ayah, dan karena diam-diam saya berharap kami dapat menjadi sebuah keluarga dan membesarkan anak kami bersama-sama. Tidak lama setelah ia menemui saya dan ingin menjadi bagian dari hidup putranya, ia mengatakan kepada saya bahwa ia telah memutuskan pertunangannya dan ia telah menjalin hubungan dengan wanita lain. Wanita itu seorang Muslim. ia mengatakan mereka hanya bertemu selama 2 bulan, tetapi ia yakin ia akan menikahi wanita itu dan saya harus bertemu dengan wanita itu karena wanita itu akan ada dalam hidup putra kami.    

Saya putus asa. Saya masih mencintai pria ini. Ia tidak ingin berurusan dengan saya, dan kini saya dipaksa untuk berbagi hak asuh putra kami bukan hanya dengannya, namun juga dengan wanita lain yang baru dikenalnya dalam waktu yang singkat. Saya tidak bisa tidur, tidak bisa makan dan alih-alih bertambah berat badan seperti layaknya wanita yang sedang hamil, berat badan saya menurun. Saya sakit. Saya kuatir akan bayi saya, dan saya belum pernah merasa depresi seperti ini sebelumnya dalam hidup saya.  

Jika ada nasihat yang dapat anda berikan pada saya, tolonglah saya, agar saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak jatuh cinta pada pria ini, agar menyadari ia tidak mencintai saya atau berkeluarga dengan saya. Adakah nasihat untuk saya, apa yang harus saya lakukan untuk menjalani hidup saya ke depan sehubungan dengan anak kami. Saya mohon tolonglah saya. Saya memerlukan jawaban.

Terimakasih banyak sebelumnya …

 

Clare yang baik

Seorang pria yang mengatakan pada anda ia mencintai anda hanya dalam 2 minggu setelah mengenal anda, sama sekali tidak tahu apa artinya cinta. Ia benar-benar orang yang putus asa dan mengacaukan kebutuhannya dengan cinta. Ada dapat membuat orang tertarik pada pandangan pertama, tetapi itu bukan cinta. Menjauhlah dari siapapun yang terlalu cepat menyatakan “cinta mati” pada anda dalam sebuah hubungan. Ketertarikan awal akan segera hilang dan akibatnya senantiasa adalah kekecewaan.   

Mari kita membandingkan cinta dengan api. Untuk menyalakan api, pertama anda membutuhkan percikan. Percikan itu akan membakar kayu, yang memanaskannya dan menyerap kelembabannya. Kemudian nyala api itu mati dan yang tertinggal adalah bara panas yang seringkali tersembunyi di balik abu. Bara ini membakar perlahan hingga kayu itu menjadi arang dan kemudian yang tertinggal hanyalah abu sisa pembakaran. 

Demikian pula halnya dengan cinta. Awalnya ada ketertarikan. Itulah percikan. Kemudian ada romansa. Itulah nyala api. Tetapi nyala api tidak berumur panjang, romansa dalam hubungan apapun juga tidak berumur panjang. Namun demikian, romansa memainkan peranan yang penting, yaitu untuk mendekatkan pasangan itu dan menyalakan kasih abadi di antara mereka. Romansa tidak dapat hidup selamanya, dan tidaklah masuk akal jika mengharapkannya tetap ada dalam pernikahan. Yang harus tetap ada adalah kasih mendalam di bawah permukaan yang tetap menyatukan pasangan itu seumur hidup. 

Pria ini tidak mencintai anda. Kemungkinan besar ia tidak dapat mencintai siapapun. Tetapi itu tidak masalah bagi para gadis dalam kebudayaannya karena mereka juga tidak mempunyai pemahaman tentang kasih. Banyak binatang tidak memahami atau membutuhkan kasih dalam hubungan perkawinan. Mereka mebangkitkan hasrat seksual dan berpasangan lalu menghasilkan keturunan, dan itu cukup bagi mereka. Kita manusia berada di atas/melampaui kerajaan binatang. Evolusi kemanusiaan dalam diri setiap orang tidaklah sama. Secara biologis kita sama. Tetapi secara spiritual kita berbeda dalam tahapan evolusi yang berbeda. Orang Muslim bahkan belum memulai evolusi spiritual mereka. Secara spiritual, mereka adalah spesies yang berbeda. Penyatuan dengan orang-orang yang mengalami spiritualitas yang tidak berkembang seperti itu tidak akan pernah membawa kebahagiaan.    

Tetapi sekarang “air telah berada di bawah jembatan” (sudah terlanjur) dan tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mengubah masa lalu. Hal penting yang harus anda pahami adalah pria ini belum pernah dan tidak akan pernah menjadi orang yang tepat dalam hidup anda. Jika anda terus mencintainya maka anda hanya akan menyakiti diri anda sendiri. Anda harus melupakannya. 

Impian anda untuk berkeluarga dengan pria ini hanyalah fantasi. Bagi orang Muslim, seks adalah sesuatu yang kotor/najis. Jika seorang wanita setuju berhubungan seks dengan seorang pria, maka wanita itu dipandang sebagai pelacur di mata mereka. jika anda tidur dengan seorang pria Muslim, ia tidak lagi memandang anda sebagai orang yang akan dinikahi, namun sebagai pelacur. Menurut orang Muslim, adalah tanggung jawab wanita untuk menjaga kemurniannya dan tidak menuruti keinginan pria. Keperawanan wanita dipentingkan dalam alam pikiran Muslim sehingga akan mendorong orang tua anak gadis yang diperkosa untuk membunuh anak perempuan mereka yang telah “tercemar”, sekalipun gadis yang tidak bersalah itu adalah korban perkosaan. di negara-negara Islam, para dokter mendapatkan bisnis yang sangat menguntungkan dengan melakukan operasi pemulihan selaput dara pada gadis sebelum pernikahan, agar para pria mengira mereka menikahi perawan. 

Oleh karena itu, berhentilah memikirkan pria itu. Ia tidak akan menikahi anda dan sesungguhnya itu adalah hal yang baik karena sekalipun anda menikahinya ia ingin mengontrol anda dan membentuk anda. Hanya ada sedikit akhir yang bahagia dalam kisah-kisah wanita yang menikahi pria Muslim. 

Sekarang, anda akan melahirkan anaknya dan ia datang untuk meminta hak pengasuhan bersama. Jangan menerimanya. Ada dua alasan sehubungan dengan minatnya untuknya menjadi bagian dalam hidup putranya. Yang pertama adalah, dengan hak asuh bersama ia tidak perlu membiayai kebutuhan anak. Yang kedua adalah, ia ingin membesarkan anaknya menjadi seorang Muslim yang mati otaknya, sama seperti dia. 

Jika anda menyetujui hak asuh bersama, maka anda akan menjadi budaknya selama 18 tahun ke depan. Ia akan mencuci otak putra anda dan membuatnya menentang anda dengan mengatakan bahwa anda adalah seorang pelacur. Orang Muslim mempunyai benak yang terganggu. Mereka adalah orang-orang yang sakit. Mereka sudah rusak. Saya mengatakan hal ini pada anda karena saya sendiri berasal dari kubangan yang sama. Saya menolak seorang wanita yang luar biasa yang jatuh cinta pada saya karena sebelumnya ia telah pernah berpacaran dengan orang lain. Saya mengabaikan semua hal baik yang ia miliki dan yang saya pikirkan hanyalah ia sudah tidak perawan lagi.  

Anda harus berjuang dan mendapatkan hak asuh penuh atas anak anda. Pada saat yang sama anda harus memastikan ia tidak menculik anak itu ketika ia berkunjung dan membawanya ke negaranya. 

Setiap kali ini terjadi, si ibu akan menderita. Mereka tidak melakukannya karena mereka peduli kepada si anak. Yang penting bagi mereka adalah agar si anak dibesarkan sebagai seorang Muslim. hanya itulah yang dapat dipikirkan seorang Muslim. Penyakit Islam harus dilanjutkan/ditularkan.

Anda telah melakukan kesalahan dan konsekuensinya pasti ada. Tetapi hidup terus berlanjut dan masih ada kesempatan-kesempatan lain untuk anda. Anda akan menemukan seorang pria yang penuh kasih yang mau menerima anda dan anak anda. Pisahkan diri anda dari orang Muslim ini dan berusahalah mencapai masa depan. Memang jalannya tidaklah mudah. Percayalah kepada Tuhan dan ijinkanlah Ia menjadi Penuntunmu.

Buatlah diri anda sendiri bahagia, bukan hanya untuk diri anda melainkan untuk anak anda. Kesehatan jiwa anda akan mempengaruhi bayi anda bahkan akan melukainya seumur hidup jika anda tidak bahagia. Jadi, janganlah memperburuk keadaan. Lupakanlah orang yang sakit jiwa itu dan ambillah langkah maju dalam hidup. Bersukacitalah! Ini adalah resep, bukan saran. Keseluruhan keadaan psikologis anak anda bergantung pada beberapa bulan kehamilan anda dan beberapa tahun pertama dalam hidupnya. Anda tidak boleh memikirkan pria itu dan fokuslah pada pikiran-pikiran bahagia demi anak anda. 

Dan untuk wanita manapun yang sedang berpikir untuk mengencani orang Muslim liberal yang tidak tekun menjalankan agamanya, ijinkan saya mengatakan agar mereka tidak tertipu dengan penampilan. Orang Muslim dapat bersikap sangat liberal, minum alkohol, berhubungan seks bebas, dan melakukan segala macam hal yang dilarang di dalam Islam tetapi di balik semua itu mereka masih orang Muslim dengan prasangka, takhayul dan cacat cela yang sama yang dimiliki semua orang Muslim. Yang namanya orang Muslim yang baik itu tidak ada. Sekalipun mereka terlihat normal dari luar, mereka telah rusak di dalam jiwanya. Anda tidak melihat bagian yang busuk hingga anda “melakukan gigitan pertama”, dan seringkali itu sudah terlalu terlambat.