Islam Adalah Jubah Baru Sang Kaisar

Islam adalah jubah baru Sang kaisar. Semua orang yang berakal sehat dapat melihat bahwa Islam adalah agama teror, tetapi tidak seorangpun berani mengatakannya karena takut diserang dan dicap rasis dan fasis. Penipuan jubah kaisar yang tidak kelihatan itu terekspos ketika seorang anak kecil di tengah kerumunan orang banyak, anak yang terlalu muda untuk mengerti keinginan untuk berpura-pura, berteriak bahwa kaisar itu telanjang, dan kemudian teriakannya diikuti orang lain. Jika anda ingin mengakhiri penipuan Islam ini, anda harus bertindak seperti anak itu dan meneriakkan bahwa Islam adalah agama kebencian. Sekali anda melakukannya, orang lain akan menjadi berani dan teriakan anda akan dilanjutkan. Lalu para politisi akan mendapatkan keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, yaitu membela negara anda dari para musuhnya.

 

Oleh: ALI SINA

 

Bapak yang terhormat

Saya setuju dengan anda mengenai Quran dan Hadith. Muhammad adalah seorang penyesat yang jahat (jika dia eksis).

Apakah alasan utama mengapa orang Muslim tetap meyakini setan ini oleh karena ada hukuman bagi orang yang murtad? Saya adalah orang Inggris dan di negara ini secara sembunyi-sembunyi orang menghina Islam, mereka tidak mempunyai keberanian untuk melakukannya di depan umum. Mereka takut dicap rasis atau fasis.

Apakah saran anda untuk menghadapi hal ini? Kapankah para elit politik sadar? Apakah yang akan menjadi pemicunya?

Akhirnya, apakah Islam sedang merosot ataukah itu hanya angan-angan?

Salam hormat


Alasan mengapa orang Muslim tetap berpegang pada keyakinan mereka adalah karena takut akan neraka. Ketakutan ini telah melumpuhkan pikiran mereka hingga ke tingkat dimana mereka enggan untuk memikirkan kemungkinan Muhammad adalah seorang pendusta. Mereka bahkan tidak mau mempertimbangkan untuk membaca buku atau artikel yang ditulis menentang Muhammad, yang akan membuka mata mereka.

Anda menanyakan apakah yang harus dilakukan untuk menghadapi penyebaran Islam. Anda mengatakan banyak orang menghina Islam secara sembunyi-sembunyi, dan tidak berani melakukannya secara terang-terangan, agar tidak dicap rasis atau fasis. Nah, itulah masalahnya. Orang telah menyudutkan diri mereka sendiri. Solusinya sederhana. Keluarlah dari “lemari” dan umumkanlah di depan publik bahwa Islam tidak sesuai dengan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi Inggris, dan bahwa Islam tidak mempunyai tempat di negara anda.

Mengkritik agama bukanlah rasisme. Para pemikir hebat seperti Voltaire, Bertrand Russel, Thomas Paine dan banyak tokoh lainnya sangat keras mengkritik agama. Mengapa tidak ada seorangpun yang menyebut mereka rasis? Mengapa boleh mengkritik Kekristenan, Yudaisme, Hinduisme dan semua agama lain, tetapi jika mengkritik Islam disebut rasis?

Inilah penipuan Islam, dan banyak orang non Muslim terutama golongan kiri yang terlibat di dalamnya. Islam bukanlah ras. Apakah yang dimaksud dengan ras Islam? Mereka hendak membungkam anda dan anda tidak boleh menyerah terhadap kezaliman.

Islam juga adalah fasisme. Islamlah yang tidak percaya kepada demokrasi, kesetaraan dan persaudaraan umat manusia. Islamlah yang mempromosikan supremasi religius. Islam membenci wanita. Dan Islam berencana untuk mendominasi dunia dengan pemerintahan dunia yang tunggal. Ini adalah ide-ide fasis.

Setiap kali kita mengkritik Islam, orang Muslim dan teman-teman fasis mereka langsung membela dan mengatakan bahwa ada juga orang-orang yang moderat di kalangan Muslim. Kita sedang membicarakan Islam, yang adalah sebuah agama dan ideologi politik. Fakta bahwa ada orang Muslim yang tidak taat dalam mempraktikkan agamanya dan oleh karena itu mereka moderat, adalah pengalihan isu dan tidak relevan dengan apa yang diajarkan Islam.

Siapapun yang mencegah anda untuk menyuarakan pikiran anda terhadap ideologi apapun adalah orang yang fasis. Jangan ragu untuk menyebut orang itu demikian. Jangan menjadi defensif. Pembelaan terbaik adalah dengan menghina. Langsung saja menyebut mereka fasis karena merekalah yang berusaha menekan kebebasan anda untuk berbicara dan membela ideologi pembenci wanita, kekerasan dan dominasi. Kita harus membalikkan keadaan terhadap para fasis ini dan mempermalukan para pembela Islam. Kita tidak dapat memenangkan peperangan ini jika “kita berjalan di atas kulit telur”. Tanpa terlibat dalam kekerasan fisik, anda harus bersikap agresif dalam menyerang Islam.

Anda tidak akan memercayai surel yang saya terima beberapa hari yang lalu. Seseorang menulis, “Serangan di Bombay dan Kenya baru-baru ini oleh orang Muslim telah mengusik saya karena mereka memisahkan orang Muslim dengan non Muslim dengan menanyakan pada mereka pertanyaan tentang Islam. Jika saya terjebak dalam situasi yang sama, bagaimana saya dan keluarga saya dapat lolos sebagai Muslim. dapatkah anda mengatakan kepada saya bagaimana saya harus berpakaian dan fakta-fakta apa yang harus saya ketahui mengenai Islam dan Muhammad? Dan dapatkah anda mengatakan kepada saya bagaimana caranya sholat, serta beritahukanlah kepada saya 2 atau 3 ayat dalam bahasa Arab untuk saya hafalkan? Saya akan sangat berterimakasih untuk nasihat anda agar saya dapat menyelamatkan nyawa saya dari para jihadis”.

Inilah yang diinginkan orang Muslim dan dengan cara inilah mereka menang. Mereka mengintimidasi orang yang demi menyelamatkan nyawa mereka berpura-pura menjadi Muslim. Hanya dalam dua generasi, anak-anak para pengecut ini akan menjadi orang Muslim fanatik dan sekarang kita menderita penganiayaan dari mereka. Mengapa menjalani hidup sebagai pengecut? Bukankah kematian lebih baik daripada hidup yang memalukan itu?

Kita tidak akan memenangkan peperangan ini dengan bersikap pengecut. Fasisme Islam berjaya melalui sikap pengecut para korbannya. Memangnya kenapa jika mereka menyebut anda rasis atau fasis? Sebut mereka juga dengan sebutan itu dan teruslah menyerang Islam. Jangan biarkan mereka membungkam anda.

Anda bertanya kapankah para elit politik akan sadar? Mereka akan sadar ketika publik telah sadar. Anda mengatakan bahwa mayoritas orang mengetahui kebenaran mengenai Islam tetapi mereka takut untuk membicarakannya di depan umum. Demikian pula dengan para politisi. Faktanya, para politisi mengalami tekanan yang lebih besar. Jika rakyat awam takut menyuarakan pendapatnya, dan nampaknya anda juga telah menerima hal itu, dan kemungkinan besar anda pun bersikap demikian, mengapa anda mengharapkan para politisi mempertaruhkan karir mereka? Mereka akan mengalami kerugian yang lebih besar. Jadi jika anda tidak mempunyai keberanian untuk melakukan hal yang benar, jangan salahkan orang lain. Seperti yang dikatakan Yesus, silahkan melempar batu jika anda tidak berdosa.

Para politisi setidaknya mengetahui sebanyak yang diketahui publik, tetapi mereka berpendapat secara politis diperbolehkan untuk berdusta dan memainkan permainan tipu daya, jika tidak demikian mereka akan membuat skandal dan dipaksa meminta maaf atau turun dari jabatannya. Mereka akan mempunyai keberanian untuk berbicara ketika publik mendapatkan keberanian itu. Publik adalah anda. Apakah anda mempunyai keberanian untuk menolak Islam secara terang-terangan atau dimana saja selain kamar tidur anda? Jika jawabannya adalah tidak, maka anda tidak layak mendapatkan kebebasan.

Islam adalah jubah baru Sang kaisar. Semua orang yang berakal sehat dapat melihat bahwa Islam adalah agama teror, tetapi tidak seorangpun berani mengatakannya karena takut diserang dan dicap rasis dan fasis. Penipuan jubah kaisar yang tidak kelihatan itu terekspos ketika seorang anak kecil di tengah kerumunan orang banyak, anak yang terlalu muda untuk mengerti keinginan untuk berpura-pura, berteriak bahwa kaisar itu telanjang, dan kemudian teriakannya diikuti orang lain. Jika anda ingin mengakhiri penipuan Islam ini, anda harus bertindak seperti anak itu dan meneriakkan bahwa Islam adalah agama kebencian. Sekali anda melakukannya, orang lain akan menjadi berani dan teriakan anda akan dilanjutkan. Lalu para politisi akan mendapatkan keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, yaitu membela negara anda dari para musuhnya.